Tuesday, January 5, 2010

Membuat Souvenir Dari Kepala Manusia


Suku Jivaro adalah sebuah suku yang berada di Amerika Selatan. Dari berbagai isu yang menyebar luas, sampai sekarang Suku Jivaro masih melakukan praktek pemenggalan kepala manusia, menyusutkannya, dan menjualnya.






Gambar kepala di atas dibuat dari sebuah kepala manusia yang dijual dengan harga kurang dari 100 dollar dari seorang penyelundup kepala manusia di Panama…


Tradisi menyeramkan yang sempat menggemparkan warga sekitar ini tapi masih tetap bertahan dan dilakukan secara ilegal walaupun sudah dilarang oleh pemerintahan setempat. Hal ini terjadi karena banyak permintaan turis asing maupun dalam negeri akan contoh keterampilan suku Jivaro ini dalam mengawetkan dan menyusutkan kepala manusia,bahkan anda juga bisa melihatnya ada di dalam film pirates of caribean, dimana kapten jack sparrow memakai nya sebagai hiasan di bajunya.
Tradisi menyeramkan ini walaupun sudah dilarang oleh pemerintahan setempat tapi masih tetap bertahan walaupun dilakukan secara ilegal. Hal ini terjadi karena banyak permintaan turis akan contoh keterampilan suku Jivaro ini dalam mengawetkan dan menyusutkan kepala manusia.
Tradisi penyusutan kepala ini menjadi rahasia suku Jivaro selama bertahun-tahun namun belakangan, cara pembuatannya diketahui oleh seseorang yang menyaksikan praktek penyusutan kepala ini. Prakteknya dilakukan dengan melakukan berbagai ritual dan upacara gaib dipadukan dengan keterampilan mereka menysutkan kepala manusia. Kepala manusia ini akan menyusut seiring dengan waktu, bisa menyusut dari ukuran kepala manusia normal, sampai hanya seukuran bola bisbol.

Metode yang dilakukan memang agak berbeda dari suku ke suku, namun pada umumnya berlangsung seperti ini:

1. Begitu seorang suku Jivaro membunuh seorang musuh, ia memancung kepala sang musuh sedekat mungkin, dan membawanya ke suatu tempat yang aman dimana dia melakukan suatu ritual upacara, dan membuat sayatan pada kepala tersebut dari bagian atas hingga ke bagian lehernya.

2. Melalui sayatan tersebut ia mengkuliti tengkorak tersebut, melepaskan daging dan kulit wajah serta kulit kepalanya secermat mungkin.

3. Setelah membuang tengkoraknya, ia memasang kulitnya pada pegangan yg terbuat dari kayu, lalu merendamnya di dalam wadah air panas yg membuatnya sedikit menyusut. Berikutnya, sebuah sebuah cincin yg terbuat dari pokok anggor dijahitkan pada sayatan di lehernya untuk memegangnya setelah batu-batu panas dimasukkan ke dalamnya.

Ritual gaib ini dipadukan dengan setiap proses baru sementara proses penyusutannya dimulai dengan mengisi kepala tersebut dengan pasir panas dan terus menggerakannya hingga merata ke seluruh bagian. Setelah pasirnya mendingin, pasir dipanaskan dan dimasukkan kembali ke dalam kepala yang dikelupas dengan pisau setiap kalinya untuk membuang tisu yang terbakar. Secara bertahap, sementara kepala tersebut kering dan menciut, suku Indian itu terus membentuknya dengan tangan, sehingga penampilan alaminya-bahkan ekspresi alaminya saat mati-dapat dipertahankan walaupun sudah menyusut…

Salah satu contoh mayat yg disusutkan ukurannya berada di Museum New York, yaitu seorang pria berkulit putih-seorang pejabat Spanyol. “Conquistador (penakluk)” tua yang malang ini sedang mencari “El Hombre Dorado”, sang manusia emas, lalu ia ditawan dan dibunuh oleh suku Jivaro yang menyusutkannya dari manusia hidup setinggi 177 cm menjadi sebuah mumi menyusut yang tingginya tinggal 79 cm!

Prakteknya sangat kejam dan tidak manusiawi sekali.

Kandovan, satu-satunya Desa Batu di Dunia


Kandovan adalah satu-satunya desa yang dibuangun sepenuhnya dari batu, semua rumah yang ada di desa tersebut dibangun dari batu yang terkadang sudah ada yang berumur 7 abad lamanya! Kota unik dari batu ini terletak di antara kota Osku dan Tabriz. Satu-satunya Hotel yang berada di tempat ini adalah The Kandovan Tourism Cliff Hotel adalah hotel terunik kedua di dunia dibawah satu2nya Hotel dari Gua dari Turki.









Menurut legenda, penduduk kota ini pertama kali datang untuk menghindari kejaran pasukan Mongol. Mereka lari dan menggali persembunyian di tebing batu vulkanis dan tinggal di sana, sampai bahkan bahaya sudah lewat. Tempat yang awalnya sebagai tempat bersembunyi berkembang menjadi rumah-rumah lengkap dengan dapur, kamar mandi, bahkan tempat berkumpul keluarga. Rumah-rumah di desa ini menggunakan kaca dengan warna indah untuk jendela rumah mereka.

Begitu Anda mendekati Kandovan dari kota Osku ataupun Tabriz, Anda akan disapa dengan pemandangan indah berupa hijaunya dedaunan pepohonan, sehingga Anda akan lupa bahwa Anda berada di Iran yang tandus dan kering. Semakin mendekat, Anda akan dibuat terpesona dengan bentuk rumah unik yang luar biasa indah.

Di setiap bagian di kota ini terdapat berbagai tanda yang menawarkan kunjungan kepada salah satu rumah dengan sejumlah biaya tertentu. Beberapa rumah yang ada sudah diubah menjadi kAndang kuda ataupun kAndang burung. Tapi banyak sekali rumah yang sama sekali tidak tersentuh modernisasi, membuat Anda akan terbawa nostalgia suasana kehidupan 7 abad lalu.

Penduduk Kandovan kebanyakan berprofesi petani atau penggembala Domba, tapi sumber pendapatan mereka datang dari turisme. Mereka menyadari potensi besar rumah kuno mereka dan mulai belajar hidup bersama dengan para pengelana dari seluruh dunia.

Pengunjung dapat memilih untuk tidur di Hotel Kandovan Tourism Cliff yang berbintang 5, dan terletak di jantung desa, atau di salah satu rumah pengunjung, asal Anda dapat berbahasa Farsi. Di sepanjang sungai yang membelah desa dari batu ini, terdapat banyak sekali cafe, di mana Anda bisa duduk menikmati secangkir Kopi atau segelas jus Zam-zam dingin, dengan angin lembut yang dipenuhi wanginya aroma bunga mawar.


Read more: http://haxims.blogspot.com/2010/01/kandovan-satu-satunya-desa-batu-di.html#ixzz0boejwWCc
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

7 Perangko Termahal Di Dunia


1. The Three-Skilling Yellow

The Three-Skilling Yellow, adalah prangko salah cetak terbitan pemerintah Swedia yaitu pada cetakan pertamanya tahun 1855. Dimana prangko normalnya saja (yang seharusnya berwarna biru-hijau) juga termasuk prangko langka. Three-Skilling Yellow adalah salah satu prangko terlangka dan hanya satu-satunya yang tersisa. Tahun 1984 prangko ini terjual seharga 977.500 Swiss francs oleh David Feldman. Tahun 1990 penjualan mencapai angka satu juta dolar US, kemudian tahun 1996 terjual seharga $2,3 juta atau sekitar Rp. 21,85 milyar. Dan setiap kali terjual selalu mencetak record angka tertinggi sebagai sebuah prangko termahal di dunia.

2. The first two Mauritius

The first two Mauritius stamps (1847) adalah dua seri prangko pertama yang diterbitkan pemerintah kolonial Inggris. Hanya tersisa satu buah prangko pertama dengan kondisi unused dan tiga buah prangko kedua juga dengan kondisi unused. Tahun 1993 David Feldman melelang prangko Mauritius milik Hiroyuki Kanai menghasilkan record tertinggi. Prangko pertama yang berwarna orange terjual seharga $1,072,260 atau sekitar Rp. 10 Milyar lebih dan yang kedua seharga $1,148,850 juga sekitar lebih dari Rp. 10 Milyar

3. The inverted Jenny

The inverted Jenny adalah prangko Amerika tahun 1918 bergambar pesawat Curtiss JN-4 dan secara tidak sengaja tercetak terbalik; ini mungkin adalah salah cetak paling terkenal di dunia filateli Amerika. Hanya 100 prangko salah cetak yang tersisa, membuatnya menjadi salah satu prangko salah cetak paling berharga; Satu blok penuh prangko inverted Jenny terjual pada lelang Robert A. Siegel bulan Oktober 2005 seharga US$2.7 juta. Dan bulan November 2007 sebuah prangko inverted Jenny terjual seharga US$977,500 (Rp. 9 Milyar). Desember 2007 sebuah prangko mint (unused/belum terpakai) dengan kondisi baik sekali terjual kepada seorang eksekutif Wall Street seharga $825,000 atau sekitar Rp 7,8 Milyar.

4. British Guiana One Cent Black on Magenta

British Guiana One Cent Black on Magenta (1856) adalah termasuk prangko terlangka dan termahal. Prangko dicetak di atas kertas kualitas rendah berwarna magenta dengan tinta hitam, dikarenakan kondisi darurat. Diketahui hanya ada satu buah yang tersisa di seluruh dunia, jadi prangko ini unik dan tidak ada lainnya lagi yang pernah ditemukan. Tahun 1980 telah dilelang kepada John Dupont seharga $935,000 atau sekitar Rp 8,8 Milyar.

5. U.S. Franklin Z-Grill

U.S. Franklin Z-Grill, 1867. Ini adalah prangko terlangka dari semua prangko Amerika Serikat, hanya ditemukan 2 buah yang masih tersisa. Tahun 1988 sebuah prangko “Z-Grill” 1 cent tahun 1868 terjual seharga $930,000 atau sekitar Rp 8,8 Milyar.

6. Hawaiian Missionaries

Hawaiian Missionaries, 1851 adalah prangko pertama Hawai. Karena “Hawaiian Missionaries” dicetak secara kasar dengan kertas yang tipis dan berkualitas rendah, hanya beberapa prangko saja yang berhasil diselamatkan dan merupakan prangko yang sangat langka. Nominal terendah yaitu 2 cent tahun 1851 adalah yang paling langka dari keseluruhan seri, dan hanya tersisa 16 buah. Sebuah prangko Missionary 2 cent dengan kondisi mint (unused) seharga $760,000 dan kondisi used seharga $225,000.

7. The Penny Black

The Penny Black, adalah prangko berperekat resmi pertama di dunia, diterbitkan Pemerintah Inggris tanggal 1 Mei 1840 dan mulai digunakan tanggal 6 Mei. The Penny Black sebenarnya bukanlah prangko yang langka tetapi termasuk prangko termahal. Total cetakan 286.700 lembaran cetak dengan 68.808.000 prangko. Sebuah prangko Penny Black unused (belum dipakai) menurut katalog Scott tahun 2001 seharga $3,000 atau sekitar Rp. 28.500.000,- dan used (sudah terpakai) seharga $180 atau sekitar Rp 1.700.000,- selembarnya.


Read more: http://haxims.blogspot.com/2010/01/7-perangko-termahal-di-dunia.html#ixzz0boeYWwAM
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

X-BOX BLOGGER TEMPLATE | x-template